Halte Bus
Namaku Anthony, aku tidak pernah tahu bagaimana rasanya jatuh cinta. Aku adalah orang yang tidak percaya adanya cinta..
Sore itu, aku menunggu bus di halte, tiba tiba datang seorang gadis. Dengan pawakan tinggi dan langsing, dia berambut pirang dan matanya berwarna biru. Sikap kami hanya cuek satu sama lain. Tiba tiba hujan datang. Aku melihat gadis itu tampak kedinginan, akhirnya aku meminjamkan jaketku kepada gadis tersebut. Awalnya ia menolak, tapi karena ia kedinginan juga, akhirnya dipakai juga jaketku. Gadis tersebut berjanji mengembalikan jaketku besok.
Hari itu telah tiba, aku berjalan menuju ke halte. Kulihat gadis itu lagi dengan jaket dan sebuah kantong plastik yang entah isinya apa. Akhirnya ia mengembalikan jaketku, baunya wangi dan sudah dilipat rapi.
Kenapa kau repot mencucinya?”